Sejak lahir, Rasulullah ﷺ telah menjadi yatim karena ayah beliau, Abdullah bin Abdul Muthalib, wafat sebelum kelahiran beliau. Ujian tersebut berlanjut ketika ibu beliau, Aminah binti Wahab, wafat saat Rasulullah ﷺ masih berusia sekitar enam tahun.
Peristiwa ini menjadikan beliau seorang yatim piatu sejak usia yang sangat muda.
Poin-Poin Penting
1. Perjalanan ke Madinah
Aminah mengajak Rasulullah ﷺ mengunjungi kerabat dari pihak ayahnya di Madinah.
Dalam perjalanan pulang menuju Makkah, Aminah jatuh sakit.
2. Wafatnya Aminah
Aminah wafat di daerah Abwa', antara Makkah dan Madinah.
Saat itu Rasulullah ﷺ berusia sekitar enam tahun.
Rasulullah ﷺ kehilangan sosok ibu yang selama ini merawat dan menyayanginya.
3. Diasuh oleh Abdul Muthalib
Setelah wafatnya Aminah, Rasulullah ﷺ diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib.
Abdul Muthalib sangat menyayangi cucunya.
Beliau sering memberikan perhatian khusus yang tidak diberikan kepada cucu-cucunya yang lain.
4. Allah Menjaga Rasulullah ﷺ
Meskipun kehilangan kedua orang tua sejak kecil:
Rasulullah ﷺ tidak pernah kehilangan penjagaan Allah.
Setiap fase kehidupan beliau dipersiapkan untuk membentuk pribadi yang kuat, sabar, dan penuh kasih sayang.
Hikmah
Ujian dapat datang sejak usia dini, bahkan kepada manusia terbaik sekalipun.
Kehilangan bukanlah akhir dari kehidupan, tetapi dapat menjadi sarana pembentukan karakter.
Allah selalu menjaga hamba-Nya meskipun dalam kondisi yang tampak sulit.
Pada usia enam tahun, Rasulullah ﷺ kehilangan ibunya dan menjadi yatim piatu. Setelah itu beliau diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Masa kecil yang penuh ujian ini membentuk keteguhan hati dan empati yang kelak menjadi bagian penting dari kepribadian Rasulullah ﷺ.